-- CHIA IE SPREY ONLINE STORE --
Untuk Mempermudah Komunikasi Add PIN BBM 79d97589 Dan 75fe176e ONLINE STORE "KLIK DISINI" . Untuk Sementara Kami Hanya Melayani Pelanggan Di Pulau Bali dan Lombok Saja, FORMULIR BELANJA ..... "KLIK DISINI"__________________________________________________ )

Sabtu, 23 Februari 2013

TOGA - Tanaman Obat keluarGA, Macam dan Manfaatnya sebagai Obat Herbal

Daun Dewa-Gynura_divaricata
Woman And Mom... Saat Anak dan Suami sakit, hal yang paling mudah solusi yang sering kita lakukan adalah membawa ke dokter atau beli obat warung atau obat apotik, dimana hampir semua jenis obat tersebut berbahan kimia dan berefek samping. Kenapa tidak kita coba menanam TAnaman Obat keluarGA di pekarangan atau Pot-pot kecil dirumah ?  disamping murah dan mudah juga dengan menggunakan TOGA/Herbal efek sampingnya kecil sekali yang artinya AMAN DIKONSUMSI SEBAGAI OBAT, memang khasiatnya dan efek pengobatannya tidak se"cespleng" (langsung terasa -red) seperti obat kimia tetapi bila kita rutin menggunakannya hasil pengobatannya lebih berkala (step by step) ke arah SEHAT. Dalam kesempatan ini saya juga sedang belajar menanam TOGA di rumah dan membagi informasi tentang apa yang saya pelajari, mudah-mudahan bermanfaat.
Tanaman obat keluarga (disingkat TOGA) adalah tanaman hasil budi daya rumahan yang berkhasiat sebagai obat. Taman obat keluarga pada hakekatnya adalah sebidang tanah, baik di halaman rumah, kebun ataupun ladang yang digunakan untuk membudidayakan tanaman yang berkhasiat sebagai obat dalam rangka memenuhi keperluan keluarga akan obat-obatan. Kebun tanaman obat atau bahan obat dan selanjutnya dapat disalurkan kepada masyarakat, khususnya obat yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. Budidaya tanaman obat untuk keluarga (TOGA) dapat memacu usaha kecil dan menengah di bidang obat-obatan herbal sekalipun dilakukan secara individual. Setiap keluarga dapat membudidayakan tanaman obat secara mandiri dan memanfaatkannya, sehingga akan terwujud prinsip kemandirian dalam pengobatan keluarga.
Sejarah
Pada zaman Mesir kuno (Tahun 2500 Sebelum Masehi), para budak diberi ransum bawang untuk membantu menghilangkan banyak penyakit demam dan infeksi yang umum terjadi pada masa itu. Sejak itulah catatan pertama tentang penulisan tanaman obat dan berbagai khasiatnya telah dikumpulkan oleh orang-orang mesir kuno. Sejumlah besar resep penggunaan produk tanaman untuk pengobatan berbagai penyakit, gejala-gejala penyakit dan diagnosanya tercantum dalam (Papyrus Ehers). Pada saat itu, para pendeta Mesir kuno telah melakukan dan mempraktekkan pengobatan herbal.
Bangsa Yunani kuno juga banyak menyimpan catatan mengenai penggunaan tanaman obat yaitu Hyppocrates (Tahun 466 Sebelum Masehi),Theophrastus (Tahun 372 Sebelum Masehi) dan Pedanios Dioscorides (Tahun 100 Sebelum Masehi) membuat himpunan keterangan terinci mengenai ribuan tanaman obat dalam De Materia Medica. Orang-orang Yunani kuno juga telah melakukan pengobatan herbal. Mereka menemukan berbagai tanaman obat baru, seperti rosemary dan lavender pada saat mengadakan perjalanan ke berbagai daratan lain.
Tanaman obat Bangsa China berlangsung sekitar 3.000 tahun yang lalu, ketika muncul penyembuhan kerapuhan tulang oleh dukun Wu. Pada waktu itu, penyakit ini diyakini disebabkan oleh kekuatan jahat, sehingga menurut dukun Wu diperlukan obat dari tanaman untuk mengusir kekuatan jahat itu. Bahkan, bahan penyembuhan tertua dalam sejarah telah ditemukan di China, di mana makam seorang bangsawan Han ditemukan untuk menyimpan data medis yang ditulis pada gulungan sutra. Gulungan sutra berisi daftar 247 tumbuh-tumbuhan dan bahan-bahan yang digunakan dalam menyembuhkan penyakit.
Di Inggris, penggunaan tanaman obat dikembangkan bersamaan dengan didirikannya biara-biara di seluruh negeri. Setiap biara memiliki tamanan obat masing-masing yang digunakan untuk merawat para pendeta maupun para penduduk setempat. Pada beberapa daerah, khususnya Wales dan Skotlandia, orang-orang Druid dan para penyembuh Celtik menggunakan obat-obatan dalam perayaan agama dan ritual mereka. Pengetahuan tanaman obat semakin berkembang dengan terciptanya mesin cetak pada abad ke 15, sehingga penulisan mengenai Tanaman-Tanaman Obat dapat dilakukan.
Sekitar tahun 1630, John Parkinson dari London menulis mengenai tanaman obat dari berbagai tanaman. Nicholas Culpepper ( 1616-1654 ) dengan karyanya yang paling terkenal yaitu The Complete Herbal and English Physician, Enlarged, diterbitkan pada tahun 1649. Pada tahun 1812, Henry Potter telah memulai bisnisnya menyediakan berbagai tanaman obat dan berdaganglintah. Sejak saat itu banyak sekali pengetahuan tradisional dan cerita rakyat tentang tanaman obat dapat ditemukan mulai dari Inggris, Eropa, Timur Tengah, Asia, dan Amerika, sehingga Potter terdorong untuk menulis kembali bukunya Potter’s Encyclopaedia of Botanical Drug and Preparatians, yang sampai saat inipun masih diterbitkan. Tahun 1864, National Association of Medical Herbalists didirikan dengan tujuan mengorganisir pelatihan para praktisi pengobatan secara tradisional, serta mempertahankan standar-standar praktek pengobatan.
Di Indonesia, pemanfaatan tanaman sebagai obat-obatan juga telah berlangsung ribuan tahun yang lalu. Pada pertengahan abad ke XVII seorang botanikus bernama Jacobus Rontius (1592 – 1631) mengumumkan khasiat tumbuh-tumbuhan dalam bukunya De Indiae Untriusquere Naturali et Medica. Meskipun hanya 60 jenis tumbuh-tumbuhan yang diteliti, tetapi buku ini merupakan dasar dari penelitian tumbuh-tumbuhan obat oleh N.A. van Rheede tot Draakestein (1637 – 1691) dalam bukunya Hortus Indicus Malabaricus. Pada tahun 1888 didirikan Chemis Pharmacologisch Laboratorium sebagai bagian dari Kebun Raya Bogor dengan tujuan menyelidiki bahan-bahan atau zat-zat yang terdapat dalam tumbuh-tumbuhan yang dapat digunakan untuk obat-obatan. Selanjutnya penelitian dan publikasi mengenai khasiat tanaman obat-obatan semakin berkembang.
Pemanfaatan Tanaman Obat keluarGA (TOGA)
Pada bagian tanaman seperti yang tercantum di bawah ini dapat dimanfaatkan sebagai obat. Bagian tanaman terdiri dari bagian daun, kulit batang, buah, biji, bahkan pada bagian akarnya.
DAUN
NAMA TANAMAN KHASIAT dan MANFAAT
Daun dewa Gynura_divaricata) Muntah darah dan payudara bengkak
Daun Seledri Tekanan darah tinggi
Daun Belimbing Tekanan darah tinggi
Daun Kelor Panas Dalam dan Demam
Daun Bayam Duri Kurang Darah
Daun Kangkung Susah Tidur/Insomnia
Daun Saga (Abrus precatorius) Batuk dan sariawan
Daun Pacar cina (Aglaiae ordorota Lour) Penyakit gonorrhoe (penyakit kelamin)
Daun Landep (Barleriae prionitis L.) Rematik
Daun Miana (Coleus atropurpureus Bentham) Wasir
Daun Pepaya (Carica papaya L.) Demam dan Disentri
Daun Jintan (Trachyspermum roxburghianum syn. Carum roxburghianum) Batuk, Mules dan Sariawan
Daun Pegagan (Cantella asiatica Urban) sariawan dan bersifat astringensia (mampu membasmi bakteri)
Daun Blustru (Luffa cylindrice Roem) Peluruh Air Seni/Susah Kencing
Daun Kemuning (Murrayae paniculata Jack) Penyakit gonorrhoe (penyakit kelamin)
Daun Murbei (Morus indica Rumph) Peluruh Air Seni/Susah Kencing
Daun Kumis kucing (Orthosiphon stamineus Benth) Peluruh Air Seni/Susah Kencing/Ginjal
Daun Sirih (Chavica betle L.) Batuk, antiseptika (membunuh mikroorganisme berbahaya), dan obat kumur
Daun Randu (Ceiba pentandra Gaerth) Mencret dan Obat Kumur (Bau Mulut)
Daun Salam (Eugenia polyantha Wight) Sakit Perut/Mules/Mencret bersifat  astringensia
Daun Jambu biji (Psidium guajava L.) Sakit Perut/Mules/Mencret bersifat  astringensia
Daun Sukun (Arthocarpus communis) ginjal, jantung, liver, sakit gigi,pencernaan, menurunkan kolesterol, asam urat
BATANG
NAMA TANAMAN KHASIAT dan MANFAAT
Kayu manis (Cinnamomum burmanii) Penyakit batuk dan sesak napas,
nyeri lambung, perut kembung,
diare, rematik, dan menghangatkan lambung
Dadap ayam (Erythrina varigata Linn.Var.orientalis) Asma
Pulasari (Alyxia stellata Roem) Perut Kembung
Brotawali (Tonospora rumphii Boerl) Demam, sakit kuning, obat cacingan, kudis, dan Diabetes
Kemukus (Piper cubeba L.) Obat radang selaput lendir saluran kemih
Jeruk nipis (Citrus aurantifolia) Sebagai antiseptik, sehingga dapat dipakai sebagai obat kumur
Delima (Punice granatum L.) Sebagai anti cacing pita (obat antelmentika)
BUAH
NAMA TANAMAN KHASIAT dan MANFAAT
Jeruk nipis (Citrus aurantifolia) Penyakit demam, batuk kronis,
kurang darah,
menghentikan kebiasaan merokok,
menghilangkan bau badan,
menyegarkan tubuh, dan
memperlancar buang air kecil
Cabai merah (Capsicum annuum L.) Obat gosok untuk penyakit rematik dan masuk angin
Belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) Penyakit batuk, melegakan napas, dan mencairkan dahak
Mengkudu (Morinda citrifolia) penyakit radang usus,
susah buang air kecil,
batuk,
amandel, difetri, lever,
sariawan, tekanan darah tinggi,
dan sembelit
Kemukus (Piper cubeba L.) Obat radang selaput lendir saluran kemih
Kapulaga (Elettaria cardamomum Maton) 
dan 
ketumbar (Coriandrum sativum L.)
Obat antikembung
BIJI
NAMA TANAMAN KHASIAT dan MANFAAT
Kecubung (Datura metel) penyakit asma, bisul, dan anus turun (Turun Bero)
Kapur barus (Dryobalanops aromatica Gaertn) gangguan pencernaan
Pinang (Areca catecha L.) Tepung biji pinang berkhasiat sebagai obat antelmentika, terutama terhadap cacing pita
Kedawung (Parkia biglobosa Bentham) Sebagai bahan obat sakit perut, mulas, diare, dan bersifat astringensia
Pala (Myristica) Mengatasi perut kembung, sebagai stimulansia setempat terhadap saluran pencernaan,
bahan obat pembius,
menyebabkan rasa kantuk,
dan memperlambat pernapasan
Jamblang (Eugenia cumini Merr) Sebagai bahan obat untuk menyembuhkan penyakit kencing manis (diabetes)
AKAR
NAMA TANAMAN KHASIAT dan MANFAAT
Pepaya (Carica papaya L.) Obat Cacing
Aren (Arenga pinnata Merril) Melancarkan Buang Air Seni/Peluruh Kencing
Pule pandak (Rauwolfia serpentina Benth) Obat antihipertensi dan gangguan neuropsikhiatrik, seperti tekanan darah tinggi
UMBI atau RIMPANG
NAMA TANAMAN KHASIAT dan MANFAAT
Bangle (Zingiber purpureum Roxb.) Mengobati sakit kepala, susah buang air besar,
nyeri pada perut, sakit kuning,
perut kembung, dan
melangsingkan tubuh
Jahe (Zingiber officinale Rosc.) Menghangatkan badan, mengobati sakit pinggang,
asma,
muntah, dan nyeri otot
Kencur (Kaempferia galanga L.) Mengobati sakit kepala, obat batuk, melancarkan keringat,
dan mengeluarkan dahak
Kunyit (Curcuma domestica Val.) Mengobati diare, masuk angin, hepatitis,
dan kejang-kejang
Lempuyang (Zingiber zerumbet) Obat pelangsing, penambah nafsu makan, disentri, dan diare
Lengkuas (Languas galanga L.Stunzt) Mengobati panu, serta bersifat antifungi dan anti bakteri
Temu giring (Curcuma heynaena Val.) Obat anti cacing, sakit perut, dan melangsingkan tubuh
Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) Mengatasi sembelit, memperbanyak ASI, dan memperkuat sekresi empedu
Temu hitam (Curcuma aeroginosa Roxb.) obat anti cacing, mencegah kelesuan, dan memperlancar peredaran darah
Alang-alang (Imperata cylindrica Beav.) Obat untuk memperlancar air seni (diuretik
Faktor peningkatan penggunaan tanaman obat
Kecenderungan meningkatnya penggunaan obat tradisional didasari oleh beberapa faktor, yaitu :
  1. Pada umumnya, harga obat–obatan buatan pabrik yang sangat mahal, sehingga masyarakat mencari alternatif pengobatan yang lebih murah.
  2. Efek samping yang ditimbulkan oleh obat tradisional sangat kecil dibandingkan dengan obat buatan pabrik.
  3. Kandungan unsur kimia yang terkandung di dalam obat tradisional sebenarnya menjadi dasar pengobatan kedokteran modern. Artinya, pembuatan obat–obatan pabrik menggunakan rumuskimia yang telah disentetis dari kandungan bahan alami ramuan tradisional.
Perawatan tanaman obat.
Tanaman yang dipelihara di pekarangan rumah tidak memerlukan perawatan khusus, baik sebagai bumbu dapur atau bahan obat. 
Perlakuan khusus dalam budi daya tanaman obat dilakukan dalam skala usaha, dengan tujuan untuk memperoleh kualitas dan kuantitas hasil yang optimum. Kegiatan pemupukan dan pengandalian hama penyakit tanaman perlu dilakukan. Kegiatan ini sangat erat hubungannya dengan penggunaan bahan kimiawi yang terkandung dalam pupuk atau pestisida. Pemakaian bahan kimiawi dapat mencemari lingkungan, baik tanah maupun air, dan yang paling berbahaya residu yang dihasilkan akan terakumulasi dalam produk tanaman yang dihasilkan. Untuk itu, perlu diperkenalkan sistem budi daya yang tidak tergantung pada bahan-bahan kimia. Sistem ini dikenal dengan istilah pertanian organik. Dalam budi daya tanaman obat dapat dimanfaatkan pupuk organik untuk menambah unsur hara mineral yang dibutuhkan tanaman. Pupuk organik yang digunakan di antaranya adalah pupuk kandang, bokhasi, kompos, humus, sampah dapur, dan serasah daun. Selain itu, sebagai bahan pengendalihama penyakit tanaman, dapat dimanfaatkan pestisida alami yang terdapat di sekitar rumah, seperti tanaman babadotan (Ageratum conyzoides), sirsak, lantana, dan daun tembakau.

Demikian Woman And Mom.. Sharing dan Informasinya, mungkin kita tidak perlu menanam semuanya, cukup yang mudah saja dan paling banyak intensitasnya kita gunakan, dan lagi tanaman-tanaman ini sering kita temui sebagai tanaman semak yang kadang kita tidak ketahui manfaatnya, maka dengan demikian semoga Woman and Mom.. menjadi lebih peka akan tanaman semak yang ada disekeliling lingkungan kita.

REFRENSI : http://id.wikipedia.org/wiki/Tanaman_obat_keluarga

Reaksi:

7 komentar:

Butuh info atau tempat untuk mencari tanaman obat keluarga ?
Kunjungi website kami di kebuntoga.com
Semoga membantu :)

Boleh juga nih artikelnya :)
Buat refrensi bikin ramuan obat tradisional :)

Akhirnya pr saya selesai. Thanks ya (^^)

Akhirnya pr saya selesai. Thanks ya (^^)

artikel ini sangat bagus sekali. semoga makin banyak orang yang membacanya dan mengambil manfaat dari artikel ini. IAS Group Fabrication

Artikelnya sangat membantu, terima kasih.

Posting Komentar